Jembatan Titi Merah Mutiara Silih Nara Segera Dibangun, Disiapkan Jadi Ikon Kota Takengon Pasca Benc
Dokumentasi Jembatan Titi Merah Mutiara Kec. Silih Nara Pasca di Terjang Banjir Bandang
SigapNews.co id | TAKENGON - Pemerintah memastikan pembangunan jembatan baru Merah Mutiara Silih Nara, yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Jembatan Titi Merah, akan segera direalisasikan. Jembatan yang berada di Kampung Semelit Mutiara, Kecamatan Silih Nara, ini disiapkan tidak hanya sebagai penghubung vital antarwilayah, tetapi juga sebagai ikon baru Kota Takengon.
Jembatan Titi Merah merupakan akses strategis yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara. Pada November 2025, jembatan ini terdampak banjir bandang hebat yang menyebabkan kerusakan parah akibat erosi aliran sungai, meskipun struktur utama jembatan masih berdiri.
PPK 3.2 Satker PJM 3 BPJN Aceh, Chandra Erawan, menjelaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan langkah teknis untuk pembangunan jembatan baru di lokasi berbeda dari jembatan lama.
“Untuk persiapan lahan, kami sudah mulai finalisasi dan mendiskusikannya dengan Pak Bupati. Jembatan baru nantinya tidak lagi menggunakan jembatan existing lama. Akan dilakukan relokasi titik jembatan agar lebih aman dari gerusan air", jelas Chandra, saat menyampaikan penjelasan rencana pembangunan jembatan Titi Merah, Senin (19/01/2026).
Ia menyebutkan bahwa desain jembatan telah disiapkan oleh PT. Adhi Karya, dengan konsep khusus yang memperhitungkan aspek teknis, estetika, dan mitigasi bencana.
“Desainnya memang kita siapkan khusus. Nanti ada beberapa perubahan teknis agar jembatan ini kuat dan aman. Harapannya, jembatan ini bisa menjadi ikon Aceh Tengah. Karena itu, kami mohon dukungan semua pihak, terutama terkait lahan, agar pekerjaan berjalan lancar", sambungnya.
Menurut Chandra, sejumlah kendala teknis dan sosial telah disampaikan kepada Bupati Aceh Tengah untuk dibahas melalui musyawarah bersama masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengedepankan dialog dan kesepakatan bersama dalam setiap proses pembangunan.
“Kami tetap melayani dengan musyawarah, karena masyarakat ini untuk kita semua. Jembatan ini bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk kepentingan bersama", ujar Bupati.
Bupati juga meminta Camat Silih Nara, para reje, tokoh masyarakat, dan pemilik lahan untuk duduk bersama menyelesaikan seluruh persoalan yang ada secara kekeluargaan.
“Silakan didiskusikan dengan tokoh masyarakat, pemilik lahan, dan kepala desa. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Ini peruntukannya untuk kita bersama", pesan Haili.
Pembangunan jembatan baru ini direncanakan dengan mempertimbangkan penghindaran titik rawan erosi, sehingga lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Kehadiran jembatan Merah Mutiara Silih Nara diharapkan tidak hanya memulihkan konektivitas pascabencana, tetapi juga memperkuat identitas Aceh Tengah sebagai daerah yang bangkit, tangguh, dan berorientasi masa depan.
Dengan konsep desain modern dan lokasi strategis, jembatan ini diproyeksikan menjadi salah satu simbol ikon infrastruktur Aceh Tengah sekaligus penunjang utama aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. (Indra G)
Editor :Say Indra G
Source : Humas Aceh Tengah