YARA Aceh Tengah Kritik Retret Pejabat: “Kok Pakai Batik?”
Sekretaris YARA Aceh Tengah Kritik Retret Pejabat: “Kok Pakai Batik?”
Dokumen YARA Aceh
SigapNews.co id : Takengon — Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Tengah, Rachmat Novan Ashary, mengkritik pelaksanaan kegiatan retret pejabat yang dinilainya kehilangan makna reflektif karena masih sarat simbol kekuasaan.
Menurut Rachmat, retret sejatinya merupakan ruang perenungan diri, pelepasan atribut jabatan, dan evaluasi moral. Namun yang terlihat justru sebaliknya, pejabat mengikuti retret dengan mengenakan batik dan atribut resmi.
“Retret itu harusnya tentang keheningan dan kejujuran batin. Kalau masih pakai batik lengkap, lencana, dan protokol, itu bukan retret, tapi agenda seremonial,” kata Rachmat, Jumat.
Ia menilai penggunaan batik dalam retret pejabat mencerminkan ketidakmampuan elite untuk melepaskan diri dari simbol kekuasaan, bahkan dalam ruang yang seharusnya bersifat personal dan reflektif.
Rachmat juga menyoroti konteks sosial dan ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Di tengah krisis ekonomi, bencana alam, dan meningkatnya beban hidup rakyat, kegiatan retret pejabat dengan nuansa kenyamanan dinilai tidak sensitif.
“Rakyat sedang berjuang bertahan hidup. Ketika pejabat ber-retret dengan segala fasilitas dan simbol, pesan empati itu menjadi kabur,” ujarnya. (IG)
Ia menegaskan, jika retret benar-benar dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan, maka seharusnya dilakukan secara sederhana, tanpa atribut jabatan, tanpa panggung, dan tanpa pencitraan.
“Perubahan tidak lahir dari pakaian rapi atau dokumentasi kegiatan. Perubahan lahir dari keberanian menanggalkan status dan pulang membawa kebijakan yang berpihak pada rakyat,” tutup Rachmat.
Editor :Say Indra G
Source : YARA