Bedah Buku Generasi Hijauku, Kaum Muda Gayo Diajak Menjaga Alam dan Budaya
Buku ini seperti alarm sunyi. Ia ditulis sebelum bencana, namun pesannya relevan setelah bencana terjadi
SigapNews.co id : Gayo Lues — Buku berjudul Generasi Hijauku (Kaum Muda Menjaga Alam dan Budaya Gayo) karya Fauzan Azima akan dibedah dalam sebuah forum literasi terbuka di Lapangan Pancasila Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Minggu, 1 Februari 2026.
Ketua Persatuan Mahasiswa Gayo Lues, Saputra Ariga, mengatakan bedah buku ini menjadi ruang refleksi bagi kaum muda Gayo untuk kembali menautkan hubungan antara manusia, alam, dan budaya lokal yang mulai tergerus zaman.
“Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tapi seruan kesadaran. Ia mengajak generasi muda melihat alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan ruang hidup yang harus dijaga bersama,” kata Saputra Ariga.
Ia menjelaskan, Generasi Hijauku ditulis Fauzan Azima dalam suasana alam Gayo, di antara kabut pegunungan, hutan, dan aroma kopi yang disangrai di pagi hari. Tulisan-tulisan dalam buku ini banyak mengangkat isu lingkungan, budaya, dan spiritualitas lokal.
Menurut Saputra, menariknya buku ini ditulis pada 20 Oktober 2025, sebulan sebelum terjadinya bencana alam yang melanda wilayah Gayo pada 26 November 2026. Hal itu seakan menjadi pengingat dini tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Buku ini seperti alarm sunyi. Ia ditulis sebelum bencana, namun pesannya relevan setelah bencana terjadi,” ujarnya.
Fauzan Azima sendiri dikenal aktif menulis tentang relasi manusia dan alam, dengan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kesadaran-kesadaran kecil. Selain menulis, ia juga terlibat dalam kegiatan sosial, komunitas hijau, dan literasi budaya.
Saputra menambahkan, bedah buku ini diharapkan menjadi titik temu antara literasi, gerakan lingkungan, dan kesadaran budaya, khususnya bagi generasi muda Gayo Lues.
“Kami ingin anak muda Gayo tidak tercerabut dari akar alam dan budayanya. Buku ini menjadi pintu masuknya,” pungkas Saputra Ariga. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Ketua PMGL