Muhammad Jafar Sosok Penyelamat Sejati Yang Kini Ikut Pak Idris Bekerja di Kota Dingin Takengon
Di Aceh, tanah yang dikenal sebagai rahim para pejuang, nilai keberanian dan solidaritas masih hidup dan mengakar kuat. Sosok Jafar menjadi bukti bahwa semangat itu tidak pernah padam, bahkan di tengah bencana dan keterbatasan. Tanpa ada keinginannya
SigapNews.co id | TAKENGON : Sosok Pahlawan di Tengah Tragedi Banjir Aceh Utara Muhammad Jafar, bersama beberapa warga Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang sempat viral dengan aksi heroiknya menyelamatkan puluhan Jiwa ldari banjir, kini mengais rezeki di kota dingin Takengon.
Awalnya tampak awan menghitam gelap memancarkan hujan lebat yang tak kunjung reda selama tiga hari berturut-turut. Sungai yang biasanya tenang mulai menggelembung, menguap hingga akhirnya batas meluap dan berubah menjadi arus banjir bandang yang mengamuk.
Derasnya air membawa serta balok-balok kayu dan lumpur, menerjang segala yang dilintasi, me
mbuat kampung geudumbak malam itu berubah menjadi mencekam, benturan keras terdengar disana-sini, meluluh lantakan kampung yang tadinya hening.
Jafar, seorang pemuda desa yang memiliki keberanian yang luar biasa dan tekad yang kuat untuk menyeberangi deras nya aliran sungai banjir bah yang tumpah dari tanggul irigasi langkahan jamboaye peninggalan hasil karya Presiden RI ke 2 Bapak Suharto yang jebol akibat intensitas hujan yang tinggi di akhir bulan November 2025 lalu.
Dengan bolak-Balik di tengah Arus penyelamatan yang dilakukan di malam hari hingga pagi, tanpa ada rasa lelah mengarungi melawan derasnya aliran sungai, dalam penyelamatan masyarakat satu demi satu ia lakukan.
Perjuangan itu dilakukannya secara spontanitas tanpa ada yang mengkomandoi layak nya seorang prajurit yang mengikuti perintah atasan, ia melakukan penyelamatan dengan panggilan jiwa layaknya pahlawan sejati yang tak kenal lelah dan memperdulikan keselamatan dirinya, dengan tujuan tekad yang kuat hanya ingin berbuat kebaikan.
Di Aceh, tanah yang dikenal sebagai rahim para pejuang, nilai keberanian dan solidaritas masih hidup dan mengakar kuat. Sosok Jafar menjadi bukti bahwa semangat itu tidak pernah padam, bahkan di tengah bencana dan keterbatasan. Tanpa ada keinginannya di publikasikan namun nama nya mulai harum dikalangan masyarakat langkahan.
Seiring waktu telah berlalu Muhamad Jafar kini mengadu nasib di kabupaten berhawa sejuk kota Takengon, bersama kerabat sekampungnya pak Idris membawanya untuk bekerja di bengkel tembak ban yang berada di kampung mongal, kecamatan Bebesen, kabupaten Aceh Tengah.
Saat di wawancarai awak media ini Jafar menyampaikan," kehidupan kami di kampung saat ini sangat sulit, selain rumah kami hancur, kebun, ternak dan lapangan kerja juga berimbas akibat terjangan banjir, makanya saya mencari kerja keluar dari daerah, apalagi kita akan menghadapi Hari Raya Idul Fitri," ucap nya.
"Saya meninggalkan kampung yang penuh kenangan demi mencari rezeki demi keluarga, masih terngiang di ingatan saya bagaimana suasana saat musibah itu terjadi, namun kebutuhan ekonomi membuat saya harus merantau," kata Fajar pada hari Selasa 03/03/2026.
Sewaktu saya meninggalkan kampung, lanjut Jafar," masih ada masyarakat yang menempati tenda pengungsian, saya berharap agar pemerintah secepat nya menyelesaikan Hunian sementara (Huntara) dan Hunian tetap (Huntap)," harap Muhamad Jafar.
Diwaktu yang sama Idris selaku kerabat juga merupakan bos dari jafar mengatakan," saya sungguh prihatin dengan keadaan saudara-saudara kami yang berada di kampung langkahan yang bersebelahan dengan kampung geudumbak kampung nya si jafar, makanya saya bawa dia ke kota Takengon tempat saya buka usaha jual Ban dan tambal Ban," kata Idris.
"Intinya kita saling tolong-menolong sesama manusia, apalagi dia orang satu kampung sama saya, kalau bisa nanti para pemuda disana yang kehilangan pekerjaannya akan saya bawa kemari untuk bekerja di Aceh Tengah ini, saya juga ucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tengah yang cepat tanggap dengan bencana ini," tutup Idris. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Masyarakat Langkahan