Proyek Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Berkala Jalan dan Jembatan Seluruh Aceh Diduga Fiktif
Proyek Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Berkala Jalan dan Jembatan Seluruh Aceh Diduga Fiktif
AcehNews.co id/SigapNews.co id | Aceh - Proyek pekerjaan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan serta pekerjaan penanganan darurat (pembersihan longsor dan pemulihan badan jalan) seluruh Aceh yang bersumber dana APBA + TKD dengan pagu Rp. 56. 710. 982. 553, 00,. Tahun 2026, di duga fiktif.
Dugaan tersebut setelah awak media ini melakukan survei cek lokasi yang berada di beberapa pada ruas jalan Blang Bintang - Simpang Kraft Sta. 0+450 s.d 15+400 hingga Simpang Kraft Sta. 1+200 s.d 19+200 selanjutnya ruas jalan Batas Bener Meriah - Simpang Kebayakan Sta. 4+700 s.d 8+500.
Pekerjaan pengendalian tanaman pada rumija ruas jalan Isaq - Jagong jeget - simpang Gelelungi Sta. 1+200 s.d 60+000, Takengon - Bintang Sta. 0+200 s.d 23+800, pengendalian tanaman pada Rumija ruas jalan simpang Kebayakan - Bintang Sta. 0+000. s.d 19+600 serta didaerah kabupaten lainnya juga dianggap fiktif.
Seperti yang diketahui, kegiatan Pekerjaan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, pengendalian tanaman pada Rumija serta pembersihan longsor dan pemulihan badan jalan juga penanganan darurat yang ada di Kabupaten/Kota seluruh Aceh, Tahun Anggaran 2026, kegiatan ini telah di cairkan pada bulan Februari s.d Maret, April s.d Mei Tahun 2026.
Sementara hasil pantauan awak media ini, pasca terjadi bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, banyak kegiatan perbaikan jalan, pembersihan longsor, lumpur di badan jalan, pembersihan parit, berem jalan dan jembatan serta perawatan jalan hingga Rumija dilakukan oleh BPBD, Pemkab Setempat dan TNI.
Padahal anggaran yang menelan puluhan milyar ini seharusnya di kerjakan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Aceh secara Swakelola oleh UPTD Wilayah masing-masing, namun menurut informasi yang dihimpun oleh awak media, kegiatan ini hanya di kelola oleh salah satu PPTK yang di tunjuk oleh Kadis PU PR Aceh sendiri.
Bahkan informasi yang di dapat awak media ini, ada kesengajaan permainan oleh Kadis PU PR sehingga hanya menunjuk satu PPTK untuk menjalankan pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan tanpa melibatkan UPTD Wilayah III, IV dan UPTD Wilayah lainnya.
Sehingga menimbulkan spekulasi kecurigaan dari kalangan pemerintah dinas PU PR yang menyoroti kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan ini dikorupsi secara masif, karna dugaan tersebut sepertinya sudah berjalan dari tahun 2025 atau dari tahun-tahun sebelumnya.
Saat dihubungi awak media AcehNews.co id/SigapNews co id melalui panggilan serta chat WhatsApp berkali-kali, Kepala Dinas PU PR Aceh, Mawardi S.T, tidak membalas (menjawab), hingga sampai saat berita ini diturunkan tidak merespon (koperatif) sama sekali, sehingga awak media ini menyimpulkan bahwa dugaan fiktif dalam kegiatan tersebut dipastikan ada benarnya.
Hal serupa yang dilakukan oleh PPTK Kegiatan pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan, Ir. Ruthmillah Devi, S.T., M.T., M.Si, saat di hubungi media ini, dia hanya membisu dan tak merespon sama sekali saat akan di konfirmasi guna untuk melakukan klarifikasi," padahal di chat WhatsApp terlihat contreng dua atau terbaca," sehingga dugaan korupsi yang di sangkakan padanya dan dugaan pekerjaan fiktif ini benar.
Dalam hal ini masyarakat berharap kepada pihak berwenang, aparat penegak hukum untuk menelusuri dan mengambil langkah hukum, apabila ada terjadi kecurangan didalam kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan yang diduga fiktif, agar persoalan ini menjadi terang benderang dan transparan, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan Masyarakat, adanya korupsi yang merugian uang Negara.
Hingga berita ini di publikasikan belum ada keterangan resmi atau klarifikasi serta bantahan dari pihak PU PR Aceh. demi menjaga kode etik jurnalistik, agar berita ini berimbang, pihak media AcehNews.co id/SigapNews.co id memberikan ruang hak jawab. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Masyarakat