PEMEKARAN PROVINSI ALA MULAI KEMBALI MENGGEMA DI WILAYAH TENGAH ACEH
PEMEKARAN PROVINSI ALA MULAI KEMBALI MENGGEMA DI WILAYAH TENGAH ACEH
SigapNews.co id | ACEH TENGAH — Wacana pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali menggema di wilayah tengah Aceh. Isu ini mencuat setelah beredar sejumlah postingan di media sosial Facebook, Instagram, TikTok dan grup WhatsApp, salah satunya dari akun milik Hamzah Tun.
Dalam postingannya, Hamzah Tun mengajak seluruh elemen untuk mendukung percepatan lahirnya Provinsi ALA.
“Ya kalau mau cepat ALA lahir, harus semua pihak mendukungnya. Yang utama pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya mau dimekarkan dan pemerintah pusat. Yang jelas semua elemen musti terlibat,” tulisnya.
Pihak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Hamzah Tun yang akrab disapa Bang Jhon, Senin, 14 September 2026.
Dalam wawancara tersebut, Hamzah Tun selaku tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan DPRK Aceh Tengah, berharap percepatan pemekaran Provinsi ALA.
“Hal ini perlu kita melakukan sosialisasi ke kampung-kampung oleh tokoh-tokoh yang dikenal oleh masyarakat, sehingga bisa menjelaskan terkait pentingnya pembentukan Provinsi ALA untuk kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” harap Hamzah Tun.
Selain itu, ia yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Bersama Laskar Merah Putih (FBLMP) menambahkan, perjuangan percepatan pembentukan Provinsi ALA perlu dukungan semua pihak, terutama keterlibatan pemerintah daerah di wilayah ALA dan pemerintah pusat, agar Provinsi ALA segera terwujud.
Menurutnya, ALA harus terbentuk dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk kesejahteraan rakyat.
“Masyarakat dataran tinggi Gayo jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan Aceh merdeka. Bagi saya haram bila Aceh merdeka dari Negara Republik Indonesia. ALA terbentuk bukan ingin pisah dari NKRI, akan tetapi merdeka dari Aceh,” katanya.
Hamzah juga menilai ALA harus segera terbentuk karena sudah terlalu lama wilayah tengah termarjinalkan oleh pemerintah provinsi.
Beberapa bukti kurangnya perhatian, sebutnya, adalah tidak adanya putra daerah tengah Aceh yang menduduki jabatan di tingkat provinsi, pembangunan yang tidak merata, serta dana Otsus yang sangat kecil dianggarkan untuk wilayah tengah.
“Tidak adanya putra daerah tengah Aceh yang menduduki jabatan di provinsi Aceh, pembangunan tidak merata, dana Otsus sangat kecil dianggarkan untuk wilayah tengah,” imbuh Hamzah.
*Dukungan dari PETA-Indonesia*
Sementara itu, Ketua PETA-Indonesia, Mawardi Halil, menyatakan siap mendukung pemekaran Aceh Leuser Antara dan siap menggerakkan massa Pembela Tanah Air Indonesia (PETA-I) untuk kepentingan NKRI.
“Provinsi ALA harus segera diwujudkan oleh pemerintah pusat agar ke depannya tidak ada lagi ketimpangan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Mawardi menambahkan, perjuangan ALA sudah terlalu lama pasif. Karena itu sosialisasi pembentukan Provinsi ALA ke akar rumput di kampung-kampung wilayah tengah Aceh wajib dilaksanakan untuk mengingatkan masyarakat.
“4 Desember 2026, wilayah tengah Aceh harus kondusif. Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. 4 Desember 2026 kita kibarkan bendera Merah Putih dan bendera Alam Pedang, sebagai bendera kejayaan Aceh masa Kesultanan Iskandar Muda, dan bendera tersebut juga sebagai bendera kebesaran Kerajaan Linge yang tetap berada dalam bingkai NKRI,” tegas Mawardi. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Tokoh Masyarakat