Bendera Putih Mulai Berkibar di Aceh Tengah, " Bentuk Kekecewaan Masyarakat kepada Pemerintah "
Bendera Putih Mulai Berkibar di Aceh Tengah, " Bentuk Kekecewaan Masyarakat kepada Pemerintah "
SigapNews.co.id | ACEH TENGAH : Bendera putih mulai bertebaran berkibar di berbagai sudut kota Takengon Aceh Tengah, juga di berbagai kabupaten yang berada di wilayah Aceh yang terdampak bencana alam hidrometeorologi ini.
Hal ini menandakan kan kekecewaan masyarakat kepada pemerintah pusat dan daerah dalam menangani bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang pemukiman warga juga menutup sejumlah akses jalan.
Lambat nya pemerintah menimbulkan suatu faktor ke prustasian kekecewaan yang mendalam dirasakan bagi korban - korban pengungsian dan yang masih terisolir di perkampungan untuk bisa dapat hidup bangkit kembali seperti sediakala.
Sama hal nya juga yang dirasakan oleh masyarakat kota Takengon mulai kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini, kehidupan seperti terkurung dalam himpitan ekonomi yang mulai menipis, tak kuasa membantu keluarganya yang berada di daerah pelosok terdampak bencana dan terisolir.
Pemerintah dianggap mandul seperti tak bisa berbuat apa-apa dalam menjaga kestabilan ekonomi yang mulai dianggap carut marut, harga kebutuhan pokok meroket tajam tak terkendali, harga hasil pertanian masyarakat merosot hingga ke tepi jurang kehancuran, daya beli melemah bagi yang tak memiliki penghasilan tetap.
Kepercayaan masyarakat lambat laut mulai terkikis dengan seiringnya kegagalan pemerintah mengambil tindakan cepat dalam menata ulang pondasi-pondasi kehidupan, kekecewaan itu mulai di tuangkan dalam bentuk aksi pemasangan bendera putih yang bertebaran di berbagai kota dan daerah.
Bendera putih melambangkan permohonan bantuan yang dituju kan bagi Negara-negara luar agar dapat membantu negara lain yang tertimpa bencana alam. Chaider salah seorang pengamat sosial menceritakan hal ini kepada awak media," sebenarnya pemerintahan ini ada, tapi kita anggap "Mandul," bukan lumpuh," ucapnya.

"Kalau seperti yang dialami saudara kita di Aceh Tamiang, itu memang mereka bisa kita katakan lumpuh, karna memang disana pemerintahan nya betul-betul hancur struktur fisik perkantoran nya, kalau di kita ni tidak..! ada pemerintahan nya tapi mandul, seperti orang tak bisa berbuat apa-apa," ujar Chaider Toweren.
Coba bayangkan, lanjut seorang jurnalis kawakan," hampir sebulan pasca bencana banjir bandang dan longsor ini terjadi, namun sampai saat ini belum ada pembenahan dalam segi perekonomian, perdagangan, pembangunan serta ketahanan pangan yang memadai seperti selama ini sering kita dengar digalakan oleh pemerintah," jelas Wartawan senior.
"Chaider juga sangat kecewa, dengan adanya pembiaran terhadap pembalakan liar dan galian C tumbuh berjamur menggerogoti alam, bahkan pemerintah dengan leluasa memberikan izin tambang-tambang emas yang turut serta meluluh lantakan hutan kebanggaan kita," papar Chaider.
Harapan kita saat ini adalah secepatnya pemerintah melakukan penangan serius dalam pembenahan penangan bencana, agar masyarakat tidak berontak hingga sampai menimbulkan aksi pengibaran bendera putih atau aksi-aksi lainnya," pungkas seorang jurnalis dan pemerhati sosial. (Indra G)
Editor :Say Indra G
Source : Chaidir Toweren