Kapolres Aceh Tengah dan Jajaran Hadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai, Perkuat Komitmen Jaga K
Kapolres Aceh Tengah dan Jajaran Hadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai, Perkuat Komitmen Jaga Kamtibmas
SigapNews.co id | Aceh Tengah — Riuh ribuan penonton yang memadati arena Pacuan Kuda Tradisional Gayo di Lapangan Pacuan Kuda Kampung Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Minggu (30/8/2026), ditutup dengan pesan persatuan dan komitmen menjaga keamanan.
Sekitar 3.000 penonton, pemerintah daerah, TNI-Polri, panitia, peserta, serta masyarakat mengikuti Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai yang sekaligus menjadi penutup rangkaian pacuan kuda dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu menjadi momentum untuk menegaskan bahwa tradisi dan olahraga khas masyarakat Gayo dapat terus dilestarikan tanpa mengesampingkan keamanan, ketertiban, dan sportivitas.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danrem 001/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, serta jajaran Forkopimda dan pejabat terkait.
Deklarasi damai dibacakan Ketua PETA Aceh Tengah Helmia. Deklarasi tersebut berisi komitmen bersama untuk menjaga persatuan, keamanan, ketertiban, dan sportivitas, sekaligus menolak keributan, provokasi, maupun tindakan yang berpotensi memicu konflik.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan menjaga rangkaian pacuan kuda tetap kondusif, mulai dari masyarakat, panitia, peserta, pemilik kuda, joki, hingga aparat keamanan.
“Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan. Yang paling utama adalah menjaga persaudaraan dan nama baik daerah,” ujar Haili Yoga.
Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengingatkan agar deklarasi damai tidak berhenti sebagai seremoni. Menurutnya, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui sikap bersama untuk menolak provokasi, berita bohong, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai tindakan yang dapat memecah persatuan.
Marciano Norman kemudian secara resmi menutup Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Rasimin, mengatakan situasi aman selama kegiatan tidak terlepas dari sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, panitia, peserta, dan masyarakat.
“Pengamanan tidak hanya memastikan kegiatan berjalan tertib, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat sejak kegiatan berlangsung hingga seluruh rangkaian berakhir,” kata Rasimin.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban menjadi salah satu kunci penting dalam pengamanan kegiatan yang melibatkan ribuan orang.
Apel Kebangsaan, Deklarasi Damai, dan penutupan pacuan kuda selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya Gayo, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi, olahraga, dan semangat kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam suasana aman dan damai. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Humas Polres Aceh Tengah