Aktivitas Masyarakat Mulai Normal, Jalan Protokol Kota Takengon Mulai Macet
SigapNews co id | TAKENGON : Pasca bencana Hidrometeorologi melanda kota dingin Takengon, kini aktifitas masyarakat mulai berangsur pulih dari keterisolasian daerah karna akses jalan antar kabupaten terputus dihantam longsor dan banjir bandang. Kegiatan masyarakat saat ini semangkin meningkat dalam kehidupan sehari-hari.
Perkantoran dan anak sekolah yang udah selama sebulan lebih diliburkan karna kondisi, sembako, BBM, Gas langka juga listrik dan internet padam, kini mulai berangsur normal seperti sedia kala. Sebelumnya kondisi yang sangat tidak menentu, kabupaten Aceh Tengah yang dominan masyarakat nya memiliki penghasilan pertanian dan perkebunan tanpa ada intruksi tumpah ruah ke jalan-jalan protokol berjualan menjajakan hasil pertaniannya demi melanjutkan hidup.
Sampai saat ini masih banyak yang bertahan berdagang dipinggir jalan protokol kota takengon. Seperti yang terlihat di jalan Sengeda dan jalan Lebe kader, pedagang mobil kopi dan pedagang dadakan seperti penjual BBM, buah-buahan juga sayur-sayuran tetap bertahan, sehingga menimbulkan kemacetan.
Aktivitas masyarakat yang kini mulai kembali normal, membuat jalan-jalan macet disaat jam-jam sibuk, kemacetan terjadi karna masih banyaknya pedagang yang berjualan dipinggiran jalan-jalan. Membuat sulitnya kendaraan-kendaraan untuk mendapatkan tempat parkir, juga rawan kecelakaan.
Salah satu warga pengguna jalan yang mengendarai roda empat mengeluhkan kondisi jalanan yang semrawut, selain macet juga sulit untuk mendapatkan tempat parkir, ia menyampaikan pada awak media ini untuk secepatnya dilakukan penertiban dan pedagang di kembalikan ke tempat-tempat semula.
"Kami berharap kepada pihak berwenang untuk bisa menertipkan secara persuasif kepada pedagang-pedagang yang berjualan di badan jalan, agar kondisi jalan bisa lancar, selain rawan kecelakaan juga susah bagi pengguna jalan kaki yang hak kini di penuhi dengan pedagang musiman ini," ujarnya.
Apalagi disaat mau mengantar dan menjemput anak sekolah, lanjut nya," terkadang kami terburu-buru takut ketinggalan jam sekolah serta mengejar jam kantor membuat saya sedikit panik karna macet," kata salah seorang warga Takengon.
Dari pantauan awak media dilapangan memang disaat jam-jam sibuk pagi, siang dan sore hari sering terjadi kemacetan yang panjang. Rawan kecelakaan dan timbul keributan ini bisa saja terjadi apabila tidak cepat ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Masyarakat