Kronologi Kehilangan Nyawa Pasutri Toke Kopi Di Bener Meriah Berawal Suara Kaleng yang Terpijak
SigapNewe.co id | Bener Meriah : Peristiwa pencurian disertai kekerasan yang menggemparkan masyarakat Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin (05/01/2025) dini hari, berawal dari suara kaleng yang Terpijak.
Kejadian ini sebelumnya sempat menjadi perbincangan hangat serta banyak spekulasi-spekulasi dari masyarakat yang mengarah unsur dendam atau pembunuhan berencana, ternyata ini fakta kronologi kejadian sebenarnya menurut hasil interogasi pihak kepolisian.
Berawal dari seorang pemuda berinisial RF (24) nekat menganiaya pasangan suami istri (pasutri) hingga keduanya meninggal dunia setelah aksi pencurian kopinya dipergoki korban. Aksi keji ini bermula saat pelaku menyusup masuk ke rumah korban melalui jendela belakang dengan niat menggasak persediaan kopi.
Namun, langkah kaki pelaku tak sengaja menginjak kaleng di ruang tamu hingga memicu suara gaduh yang memecah keheningan subuh. Suara tersebut sontak membangunkan pemilik rumah, meski sempat bersembunyi dibalik terpal, pelaku akhirnya terpojok saat mencoba melarikan diri melalui pintu belakang.
"Karena panik tertangkap tangan, pelaku mengambil sebuah balok kayu pengganjal pintu dan menyerang kedua korban secara membabi buta, akibat serangan tersebut, sang suami meninggal dunia dilokasi kejadian karena luka parah," ungkap Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, Selasa (06/01/2026).
Sementara itu, sang istri sempat dilarikan ke rumah sakit dan berjuang melewati masa kritis, sebelumnya sempat dilarikan ke RSU Muyang Kute akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala," ucap AKBP Aris Cai Dwi Susanto.
Sebelum melakukan aksinya tersangka sudah melakukan "Modus Mapping" pelaku Sempat bertamu, pelaku diketahui telah melakukan pengintaian atau mapping lokasi sejak dua hari sebelumnya, pada Sabtu (03/01/2025).
Kapolres Menjelaskan," pelaku sempat mendatangi rumah korban dengan modus menjual kopi, kedatangan tersebut diduga kuat sebagai kamuflase untuk mempelajari seluk-beluk rumah calon korbannya," jelas orang nomor satu di Kepolisian Resort Bener Meriah ini.
Pada hari kejadian, lanjut Kapolres yang biasa disapa Pak Cai," pelaku memarkirkan motornya dengan jarak satu kilometer dari lokasi agar tidak dicurigai warga sekitar, modus ini berdasarkan penyelidikan awal, bahwa aksi pencurian ini bukanlah insiden spontan," tutup Kapolres. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Humas Polres BM