Melihat Akses Rusak, Syahrial Abadi Seorang Wartawan dan Masyarakat Tergerak Mengaspal Jalan Enang-e
Melihat Akses Rusak, Syahrial Abadi Seorang Wartawan dan Masyarakat Tergerak Mengaspal Jalan Enang-enang
SigapNews.co id | Bener Meriah - Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat di Jalan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah. Setelah berbulan-bulan mengalami kerusakan pascabencana dan dinilai belum mendapatkan penanganan yang memadai, warga bersama tokoh masyarakat setempat, Syahrial Abadi, bergotong royong melakukan perbaikan jalan yang menjadi akses penting penghubung antar wilayah.
Perbaikan yang dilakukan pada Sabtu (20/06/2026) tersebut mencakup pengaspalan jalan sepanjang sekitar 165 meter yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak dan menyulitkan mobilitas warga maupun aktivitas perekonomian.
Menurut Syahrial Abadi, upaya perbaikan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat setempat. Ia mengatakan kondisi jalan yang rusak telah berdampak pada kelancaran transportasi warga, terutama setelah bencana yang menyebabkan kerusakan pada infrastruktur di kawasan tersebut.
“Jalan alternatif yang sebelumnya dibangun untuk kebutuhan darurat saat ini terkadang sulit dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena itu, kami berinisiatif melakukan perbaikan secara gotong royong agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lebih lancar,” ujar Syahrial.
Syahrial yang dikenal sebagai mantan Mukim Pintu Rime Gayo sekaligus wartawan di Kabupaten Bener Meriah menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan berawal dari dana pribadinya serta dukungan masyarakat yang memberikan bantuan dalam bentuk uang maupun material bangunan.
Bahkan, menurut pengakuannya, ia rela menjual sebidang tanah miliknya berukuran sekitar 25 x 25 meter untuk membantu pembiayaan pekerjaan tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini mengandalkan jalan tersebut sebagai jalur penghubung utama.
Selain menjadi akses transportasi, jalan Enang-Enang juga memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat karena telah lama menjadi jalur penghubung antar wilayah di kawasan tersebut.
Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut berharap pekerjaan dapat selesai dalam waktu sekitar sebulan dan direncanakan dalam lima hari jalan akan selesai dan dapat segera digunakan secara normal.
Selama proses pengerjaan berlangsung, warga tampak bergotong royong mulai dari penyediaan material, pengangkutan bahan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Syahrial berharap semangat kebersamaan masyarakat tetap terjaga hingga seluruh pekerjaan rampung. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun bersama demi kepentingan bersama.
“Ini bukan hanya tentang membangun jalan, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Kami berharap akses ini dapat kembali mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkuat hubungan antarwilayah,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, proses pengerjaan masih berlangsung. Perbaikan dilakukan secara swadaya masyarakat sebagai bentuk partisipasi warga dalam mendukung pemulihan akses transportasi di wilayah tersebut, sambil menunggu penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan pemerintah terkait. (IG)
Editor :Say Indra G
Source : Masyarakat